Di era sekarang, bertanya lowongan lewat WhatsApp memang sudah menjadi hal yang biasa. Tapi sayangnya, banyak yang masih salah kaprah. Padahal, interaksi / chat pertama kamu itu seperti pintu gerbang kesan pertama. Kalau bagus, peluangmu langsung naik. Kalau kamu asal-asalan, ya sudah, langsung masuk folder "abaikan" oleh HRD.
Agar kesempatanmu mendapatkan pekerjaan semakin besar, berikut adalah tips bertanya lowongan pekerjaan lewat whatsapp yang baik dan benar.
1. Persiapan Sebelum Mengetik
Jangan langsung buka whatsapp dan ngetik "ada lowongan ga?". Kamu sudah pasti langsung diabaikan karena attitude mu. Lakukan kroscek perusahaan dengan:
- Memastikan nomor yang kamu tuju itu resmi. Cek di website perusahaan, LinkedIn, atau Instagram resmi mereka. Banyak kasus nomor palsu yang beredar.
- Siapkan CV dalam format PDF (bukan foto atau Word yang berantakan).
- Gunakan foto profil yang jelas dan profesional (bukan foto liburan, bukan kartun, bukan selfie di kamar).
- Nama di WhatsApp sebaiknya nama asli kamu, bukan panggilan atau nama keren.
2. Pilih Waktu yang Tepat
Hal ini biasanya sering diabaikan. Kirim pesan whatsapp di jam kerja, idealnya adalah pagi di kisaran jam 08.30–10.00 atau siang setelah makan siang di jam 13.30–15.00. Hindari bertanya lowongan pekerjaan melalui whatsapp di malam hari, hari Sabtu malam, atau hari libur kecuali perusahaan tersebut memang operasional 24 jam. HRD juga manusia, mereka juga butuh istirahat.
3. Struktur Chat yang Sopan dan Profesional
Jangan pernah mulai percakapan dengan "P" atau "Halo ada lowongan?". Hal seperti itu pasti langsung bikin kesan tidak serius. Contoh pembuka yang bagus:
"Selamat siang Bapak/Ibu [Nama HR jika tahu],
Perkenalkan, saya [Nama Lengkap], lulusan [Jurusan] dari [Universitas]. Saya mendapatkan informasi lowongan [Posisi] di perusahaan Bapak/Ibu dari [sumber, misalnya LinkedIn/Website/Instagram].
Apakah lowongan tersebut masih tersedia? Jika ya, saya sangat berminat untuk melamar. Saya lampirkan CV saya untuk referensi.
Terima kasih atas waktunya."

4. Jaga Nada dan Panjang Pesan
Tidak perlu kirim pesan panjang lebar, atau pesan yang terlalu singkat. Pastikan pesan masih cukup terbaca dan seperlunya / tidak bertele-tele.
- Singkat tapi lengkap. HRD biasanya baca puluhan chat sehari.
- Bahasa formal tapi tidak kaku. Pakai "saya" bukan "gue", "Bapak/Ibu" atau "Mas/Mbak" sesuai situasi.
- Sebutkan posisi yang diminati secara spesifik.
- Sebutkan dari mana kamu tahu lowongannya (ini menunjukkan kamu benar-benar tertarik, bukan asal broadcast).
5. Lampirkan Dokumen dengan Benar
Jika diharuskan mengirimkan CV setelah memperkenalkan diri, jangan kamu langsung lempar file. Beri nama file yang rapi dan dapat diidentifikasi dengan jelas seperti : `CV_NamaLengkap_Posisi_Tahun.pdf`.
Kalau kamu punya portofolio atau sertifikat yang relevan, sebutkan saja dulu ke dalam chat. Jangan langsung banjiri chat ke HRD dengan banyak file yang malah mengganggu kenyamanan.
6. Follow Up yang Elegan
Kamu sudah bertanya lowongan kerja, kamu juga sudah mengirimkan berkas kelengkapan seperti CV dan sertifikat tapi belum mendapatkan informasi lanjutan dalam beberapa hari. Boleh kamu follow up sekali melalui whatsapp.
Contoh follow up lowongan kerja melalui whatsapp :
"Selamat siang Bapak/Ibu, mohon maaf mengganggu. Saya [Nama] yang kemarin mengirim pesan terkait lowongan [Posisi]. Apakah ada update yang bisa saya ketahui? Terima kasih banyak."
Setelah itu, tunggu dengansabar. Jangan spam chat ke HRD.
7. Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari
Berikut adalah hal-hal yang harus kamu hindari saat bertanya lowongan kerja melalui whatsapp.
- Typo berlebihan atau bahasa gaul berat.
- Langsung tanya gaji di chat pertama.
- Kirim pesan suara tanpa izin (kecuali diminta).
- Chat tengah malam.
- Broadcast massal tanpa personalisasi.
Kesimpulan
Bertanya lowongan lewat WhatsApp sebenarnya peluang bagus karena lebih cepat dan personal, asal dilakukan dengan sopan dan benar. Seorang HRD pasti lebih suka kandidat yang sopan, jelas, dan menunjukkan persiapan yang baik daripada yang paling pintar tapi chatnya asal-asalan.
Saran terbaik saya
Perlakukan setiap chat ke HRD seperti mini-interview. Kamu tidak sedang "minta lowongan", tapi sedang memperkenalkan diri sebagai kandidat potensial yang serius. Konsistensi antara chat WA, CV, dan nanti interview akan sangat menentukan. Setelah bertanya lowongan pekerjaan melalui whatsapp, kamu bisa langsung kirim lamaran kerja lewat whatsapp juga. Berikut Tips dan Template Melamar Kerja Lewat Whatsapp yang bisa kamu ikuti.