Panduan Lengkap Puasa Rajab : Keutamaan, Pahala, Niat, Hukumnya

Ditulis pada 19 Dec 2025 | Diupdate pada 19 Dec 2025 |oleh Arif Widodo

Waktu membaca 5 menit
Panduan Lengkap Puasa Rajab : Keutamaan, Pahala, Niat, Hukumnya

Bulan Rajab lagi datang – salah satu bulan yang penuh berkah! Banyak umat Islam yang bergembira dan sangat tidak sabar untuk memperbanyak ibadah, terutama puasa Rajab. Yuk kita bahas keutamaan puasa Rajab, pahala puasa Rajab, bacaan niat puasa Rajab, hukumnya, plus tips biar ibadahmu maksimal dan menumpuk tinggi sebelum menyambut Ramadhan! 1 Rajab 1447 H bertepatan 21 Desember 2025.

Apa Itu Bulan Rajab dan Mengapa Istimewa?

Bulan Rajab adalah bulan ke-7 dalam kalender Hijriah, dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram). Allah SWT menyebutkan di Al-Quran (QS At-Taubah: 36) bahwa amal saleh di bulan ini pahalanya dilipatgandakan, sementara dosa juga lebih berat. Bulan Rajab menjadi momen persiapan menuju bulan Syaban dan bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW sering memperbanyak puasa di bulan-bulan haram, termasuk Rajab. Ini yang membuat Rajab menjadi bulan spesial untuk berlatih mengendalikan nafsu, taubat, dan menambah pahala.

Rajab memiliki status bulan haram, artinya tersebut secara eksplisit dalam Al Qur’an. Allah SWT menyebut bulan bulan haram dalam Surah At-Taubah ayat 36 sebagai waktu suci yang seharusnya tidak digunakan untuk menyakiti atau menzalimi sesama. Keistimewaan ini membuat umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah, taubat, serta menjauhi tindakan yang merusak hubungan sosial dan spiritual.

Bulan Rajab juga sering dikaitkan dengan peristiwa Isra Mi’raj, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar kewajiban shalat lima waktu, meskipun tanggal persis peristiwa itu tidak dijelaskan secara pasti dalam hadits sahih. Momen ini menambah nuansa reflektif di bulan Rajab.

Panduan Lengkap Puasa Rajab : Keutamaan, Pahala, Niat, Hukumnya
Panduan Lengkap Puasa Rajab : Keutamaan, Pahala, Niat, Hukumnya

Doa yang Dianjurkan Memasuki Bulan Rajab

Saat memasuki bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir sebagai tanda rasa syukur dan harapan besar kepada Allah. Salah satu doa yang sering diamalkan adalah doa ketika melihat hilal (bulan sabit) Rajab. Doa ini memiliki redaksi yang panjang dan mencakup harapan keberkahan serta kesiapan menyambut ibadah Ramadhan. Berikut bacaan yang banyak dianjurkan:

اللهم بارك لنا في رجبٍ وشعبان وبلغنا شهر رمضان و أعنا على الصيام والقيام وحفظ اللسان وغض البصر ولا تجعل حظنا منه الجوع والعطش

Latin: Allâhumma bârik lanâ fî rajabin wa sya’bâna wa ballighnâ syahra ramadhâna wa a’inna ‘alash-shiyâmi wal-qiyâmi wa hifzhil-lisâni wa ghadhdhil-bashari walâ taj’al hazhzhanâ minhul-jû’a wal-‘athasy.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan, dan tolonglah kami dalam puasa, ibadah malam, menjaga lisan, menundukkan pandangan, dan jangan jadikan bagian kami dari (Ramadhan) hanya lapar dan haus.”

Di samping doa panjang tersebut, umat Muslim juga dianjurkan membaca doa pendek seperti Rabbighfir lī warhamnī wa tub ‘alayya (Ya Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku) setiap hari untuk memohon ampunan dan rahmat.

Anjuran puasa di bulan haram

 صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ

Artinya: “Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah!” (HR Abu Dawud dan yang lainnya). 

Hadits di atas merupakan anjuran untuk melakukan sekaligus meninggalkan puasa. Maksudnya adalah berpuasa semampunya saja. Hadits tersebut dikutip Sayyid Abu Bakar Syattha’, I’ânah at-Thâlibîn, (juz I, halaman 307) sebagaimana dilansir NU Online.

Hukum Puasa Rajab: Sunnah atau Bid'ah?

Hukum puasa Rajab adalah sunnah muakkad (dianjurkan) bagi mayoritas ulama. Tidak wajib, tapi sangat baik dilakukan karena Rajab bulan mulia. Dalil umumnya dari anjuran puasa di bulan haram.

Sehari setara dengan sebulan

 مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا   

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.”

Ulama sepakat: Puasa sunnah di Rajab boleh, asal tidak dikhususkan sebulan penuh (biar gak disangka wajib) dan sesuai kemampuan

Niat Puasa Rajab (Malam Hari)

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri rajaba sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat puasa sunnah bulan Rajab karena Allah Ta'ala."

Selain itu, jika puasa Rajab dilakukan bertepatan dengan puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah), maka niatnya bisa disesuaikan.

powered by wadahin.com

Keutamaan Puasa Rajab

Berikut adalah keutamaan puasa rajab

Termasuk dalam amalan sunnah yang dianjurkan

Meskipun tidak ada hadis khusus yang secara langsung menyebutkan keutamaan puasa di bulan Rajab, banyak riwayat yang menunjukkan keutamaan berpuasa di bulan-bulan haram, termasuk Rajab. Salah satunya adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim No. 1163)

Hadis ini menunjukkan bahwa berpuasa di bulan-bulan haram, seperti Rajab, adalah amalan yang memiliki keutamaan.

Mendapat pahala seperti berpuasa sepanjang tahun

Diriwayatkan dalam hadis bahwa Rasulullah bersabda:

"Barang siapa berpuasa tiga hari di bulan haram, yaitu hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, maka Allah mencatat baginya ibadah selama 900 tahun.". (HR. Abu Daud No. 2428)

Hadis ini meskipun ada perbedaan pendapat dalam tingkat keabsahannya, tetap menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah di bulan-bulan haram, termasuk Rajab.

Sarana meningkatkan amal ibadah menjelang Ramadhan

Rajab adalah salah satu bulan yang mendekati Ramadhan. Oleh karena itu, memperbanyak ibadah, termasuk puasa, di bulan ini dapat menjadi latihan dan persiapan untuk menjalani ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan dengan lebih baik.

Puasa Rajab merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan karena bulan ini termasuk dalam bulan yang dimuliakan dalam Islam. Meskipun tidak ada hadis yang secara khusus mewajibkan atau mengistimewakan puasa di bulan Rajab, banyak riwayat yang menyebutkan keutamaan berpuasa di bulan-bulan haram. Dengan niat yang benar dan pelaksanaan sesuai sunnah, puasa Rajab bisa menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah

#puasa

Arif Widodo

Lowongan Kerja Terbaru dan Pengembangan Karir Author

Arif Widodo

Hanya seorang bapak-bapak yang suka membuat aplikasi dan bermusik

Lihat Profil